5 Trik Menciptakan Quality Time bersama Keluarga

5 Trik Menciptakan Quality Time bersama Keluarga

KESIBUKAN orangtua kerap menjadikan quality time bersama keluarga hanya terjalin di akhir pekan. Padahal, menjalin kebersamaan dengan keluarga perlu diperkuat setiap hari agar hubungan orangtua dan anak semakin harmonis.

Kurangnya kedekatan antara orangtua dan anak dapat menghasikan fenomena “Alone Together” alias asyik dengan kesibukan masing-masing walau secara fisik dekat satu sama lain. Untuk mencegahnya, ikuti beberapa tips berikut.

1. Menjadi pendengar yang baik

Selelah apapun Anda sepulang kerja, sempatkanlah mendengarkan cerita si kecil mengenai aktivitasnya hari ini. Jadilah pendengar yang baik, hindari memotong ucapan anak atau banyak melontarkan komentar yang terkesan menggurui.

“Hindari terlalu banyak berkomentar yang membuat anak merasa dimarahi, karena akan membuat anak enggan curhat kepada orangtua. Jika ini terjadi, anak akan lebih nyaman untuk curhat kepada teman-temannya,” tutur psikolog anak, Efnie Indiranie, M.Psi.

2. Memasak bersama

Di usia balita, tumbuh-kembang anak banyak terfokus pada aktivitas oral, yakni mengunyah dan menggigit. Itu sebabnya anak gemar memasukkan benda-benda ke dalam mulut. Untuk membantu perkembangan kemampuan oral si kecil, buatlah makanan favoritnya untuk ngemil sambil bermain. Jika anak sudah mulai besar, ajak si kecil untuk membantu Anda memasak makanan kesukaannya. Tak hanya akan membuat si kecil lebih bersemangat menyantap makanan buatannya sendiri, kreativitas anak pun akan semakin terasah.

3. Manfaatkan kreativitas

Belajar tak hanya dapat dilakukan di sekolah. Anda juga dapat mengajak si kecil belajar bersama sambil bermain. Berkreasi sambil mencoba eksperimen ilmiah sederhana juga dapat menjadi aktivitas seru bersama keluarga. Contohnya, membuat roket sederhana dari botol plastik dan air soda, atau merakit kapal-kapalan. Tak perlu jadi ahli sains untuk melakukannya, karena saat ini telah banyak beredar buku eksperimen sains bagi anak-anak.

4. Berlibur di rumah

Waktu berkualitas bersama keluarga tak selalu menguras dompet. Ada banyak aktivitas yang dapat dilakukan bersama keluarga tanpa harus keluar rumah. Movie marathon dengan cara nonton DVD di rumah (sambil ditemani semangkuk popcorn buatan sendiri, yummy!) atau berkemah di halaman belakang, bisa jadi kegiatan yang mengasyikkan.

5. Menjadi sahabat bagi anak

Amat penting untuk menjadi kebersamaan keluarga di tahapan 12 tahun pertama di hidup anak, karena dapat membantu anak tumbuh sebagai pribadi dewasa yang penuh kasih sayang.

“Anak yang kurang dekat dengan orangtuanya akan tumbuh menjadi sosok yang selalu mencoba mencari perhatian dari orang lain dan cenderung posesif pada pasangan. Hal ini terjadi karena dia kurang perhatian dari keluarga,” papar Efnie.

Salah satu ciri anak yang kurang kasih sayang dari orangtua ialah saat anak merasa bebas dan merdeka saat orangtua tidak di rumah. Di situlah semestinya orangtua mulai memperbaiki kebersamaan dengan anak-anak, dimulai dari menggunakan bahasa yang baik dan menjadi sahabat bagi anak.

“Saat anak menelpon hanya untuk menanyakan kapan Anda pulang kerja dan mengungkapkan kerinduannya, itu menjadi salah satu indikator kesuksesan orangtua dalam menjalin kebersamaan dengan anak,” tandas Efnie.