Bisakah Gangguan Ereksi Diatasi dengan Olahraga?

advertisement

Banyak pria mengalami disfungsi ereksi alias tidak mampu ereksi maupun mempertahankan ereksi. Seperti dikutip dari Reuters, prevalensi disfungsi ereksi sekitar 8 persen pada pria berusia 20-an dan 30-an, hingga 37 persen pada pria 70-an.

“Gangguan seksual ini secara signifikan dapat memperburuk kualitas hidup dan sering diabaikan dalam praktek klinis,” kata para peneliti yang dipimpin oleh Dr. Andre Silva dari University of Porto, Portugal.

Memang ada obat-obatan untuk mengatasi disfungsi ereksi. Bila diperoleh dengan resep dokter, sebenarnya cukup aman mengonsumsi obat tersebut. Hindari mengonsumsi obat herbal yang tak terdaftar dan diklaim mampu mengobati impotensi, karena seringkali dicampur dengan zat-zat berbahaya.

Para peneliti mencari cara alami untuk memperbaiki masalah disfungsi ereksi, yaitu dengan olahraga. Studi ini mengambil secara acak 292 orang yang diminta melakukan latihan aerobik, latihan dasar otot panggul, dan kombinasi keduanya. Kemudian, dibandingkan dengan 213 orang lainnya yang tidak olahraga.

Setelah selesai menjalani program olahraga, para peneliti mengukur fungsi ereksi para pria tersebut dengan menggunakan International Index of Erectile Function. Pria yang tidak mengalami disfungsi ereksi rata-rata mencapai skor 22-25. Sedangkan pria dengan disfungsi ereksi hanya mendapat skor 5-7.

Dari hasil penelitian, pria yang berolahraga mengalami peningkatan skor ereksi rata-rata sebanyak 3,85 poin dibanding yang tidak berolahraga. Namun, pada pria yang hanya latihan otot panggul tidak mendapat manfaat kenaikan poin dari perhitungan standar itu.

Melihat hasil penelitian itu, Kepala Andrologi dan Infertilitas Pria dari Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, Dr. Landon Trost mengatakan, sebaiknya olahraga memang menjadi bagian dalam pengobatan disfungsi ereksi.

Menurut Landon, olahraga bisa menjadi pengobatan tunggal ataupun kombinasi dengan obat disfungsi ereksi. Sebab, kenaikan skor fungsi ereksi karena olahraga tak berbeda jauh dengan pengobatan menggunakan pil.

Sayangnya penelitian ini belum dapat menjelaskan, bagaimana olahraga pada akhirnya bisa membantu masalah disfungsi ereksi.

advertisement